Yowis Ben 3 kembali hadir di bawah arahan Bayu Skak dan Fajar Nugros, melanjutkan perjalanan grup musik asal Malang ini setelah sebelumnya sempat dikembangkan dalam format serial mini. Bagi penonton yang mengikuti lini masa film ini, paruh ketiga ini terasa cukup membingungkan dari segi arah penceritaan. Fokus narasi terkesan kurang jelas ingin dibawa ke mana, namun keseluruhan durasi berhasil diselamatkan oleh barisan lagu yang apik serta pengenalan berbagai lokasi baru untuk tur konser Yowis Band di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur.
Kemasan Lokasi Wisata dan Realitas Geografis Banyuwangi
Salah satu daya tarik film ini adalah keberaniannya mengeksplorasi keindahan alam, termasuk saat Yowis Ben melakukan pertunjukan di Banyuwangi. Mereka digambarkan manggung di pesisir pantai salah satu hotel yang di dunia nyata memang dikenal sebagai tempat langganan para pejabat dan artis.
Namun, film ini menyisipkan sebuah dramatisasi yang terasa kurang masuk akal bagi masyarakat lokal, khususnya saat rombongan mampir di De Djawatan. Tempat wisata hutan trembesi milik Perhutani tersebut dikemas seolah-olah menjadi area yang menyeramkan dan berada di tengah hutan belantara terpencil sebelum memasuki Banyuwangi.
Di luar dramatisasi tersebut, proses produksi film ini juga memanfaatkan kawasan hutan jati di dekat jalur menuju Purwoharjo yang aslinya sudah sempat dibabat gundul. Proses syuting di kawasan ini sempat memicu kehebohan di kalangan masyarakat setempat, terutama saat salah satu pemeran utamanya, Anya Geraldine, terpantau sedang mengambil adegan di area Purwoharjo tersebut.
Tumpukan Konflik yang Kurang Tergali
Secara struktur cerita, Yowis Ben 3 sebenarnya mencoba menaburkan banyak masalah baru kepada setiap personelnya:
Bayu: Menghadapi dilema akademik akibat terlalu sering membolos kuliah, ditambah beban moral saat sang ibu harus mencari rumah tinggal yang baru.
Doni: Harus menerima kenyataan pahit bahwa rumah tinggalnya terancam disita akibat urusan utang piutang.
Cak Jon: Karakter yang biasanya tampil tenang ini mendadak dilanda kegalauan hebat setelah tidak sengaja bertemu kembali dengan mantan calon istrinya yang kini sudah bertunangan dengan pria lain.
Sayangnya, rentetan masalah pelik tersebut tidak benar-benar dipecahkan atau dikembangkan dengan matang sepanjang film. Alih-alih menjadi motor penggerak cerita yang relevan dengan inti narasi, jalinan konflik ini justru terasa tenggelam. Alur film malah bergeser menjadi dokumentasi kegiatan tur konser Yowis Band, yang kemudian dibumbui oleh elemen komedi horor serta kehadiran adegan singkat (special appearance) dari pejabat publik Indonesia, salah satunya Ganjar Pranowo, yang tampaknya dipasang untuk menggantikan formula kemunculan Gibran pada sekuel kedua.
Kualitas Humor dan Porsi Pengadegan
Dari lini komedi, kualitas humor yang disuguhkan sebenarnya masih berada dalam taraf yang lumayan menghibur, meski tidak menawarkan sesuatu yang benar-benar baru. Penonton akan kembali menemukan permainan kata (wordplay) seperti pelesetan Batik, bukan batuk, hingga kesalahpahaman jenaka seputar pemberian nama Singo untuk bayi dari karakter Yayan dan Mia. Namun, beberapa lelucon tersebut dieksekusi secara repetitif sehingga jatuhnya terasa terlalu berlebihan (overused).
Di sisi lain, film ini juga mulai berani menampilkan adegan yang mengeksplorasi visual fisik dari karakter yang dimainkan oleh Anya Geraldine dan Demi Langston (asisten Rini). Penempatan adegan-adegan tersebut terasa kurang organik dan tidak memiliki korelasi yang kuat dengan esensi perkembangan cerita utama.
Kesimpulan
Secara keseluruhan, Yowis Ben 3 tetap menjadi tontonan yang menghibur bagi mereka yang sekadar ingin menikmati suguhan musik serta keindahan visual dari lokasi-lokasi konser yang baru. Namun, bagi penonton yang mengharapkan kedalaman cerita serta perkembangan karakter yang solid dari para personelnya, paruh ketiga ini mungkin akan menyisakan sedikit rasa kecewa. Dengan akhir cerita yang sengaja dibuat menggantung, film ini jelas menjadi jembatan pembuka menuju babak final pada seri berikutnya.




Posting Komentar